Minggu, 06 November 2011

Perjamuan Kudus

6 november- minggu pertama dalam bulan november kita mengadakan perjamuan kudus untuk mengingat akan kasih Tuhan yang telah tercurah untuk kita dengan penuh kesetiaan didalamnya. Bertempatan di Puri Indah, GBI mengadakan ibadah hari minggu disertai tepuk tangan bergemuruh.

Keyboard yang mengalun pelan menyenandungkan harmoni, dengan WL yang menggangkat pujian membuat tubuh bagaikan disirami air yang sejuk, memuji dan menyembah Tuhan dengan sukacita dan disertai dengan sikap hati yang hormat dan tunduk pada hadiratNya.

Seperti biasanya, kebaktian minggu pertama selalu dipimpin oleh gembala gereja Samuel Gunawan, kali ini pak sam (sapaan akrab) mengangkat sebuah kisah dari 2raj4 1:1-14, berkisah tentang Naaman panglima raja Aram yang disembuhkan dari penyakit kustanya.

dikatakan pada ayat pertama "Naaman panglima raja Aram, adalah seorang terpandang dihadapan tuannya dan disayangi, sebab oleh dia Tuhan telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu seorang pahlawan tentara, sakut kusta"

Diayat ini dikisahkan betapa hebatnya Naaman, seseorang yang setia dan PAHLAWAN bagi negaranya. Kata PAHLAWAN biasanya diberikan kepada sesorang yang telah tiada sebagai tanda hormat, namun Naaman telah digelari Pahlawan saat dia masih hidup. Tampak pada ayat ini betapa hebatnya Naaman namun pada kata terakhir kita mengetahui bahwa dia terserang sakit kusta. Sebuah paradoks, ditengah keberhasilannya ternyata dia mengidap kusta.

Pada ayat ini, ada maksud yang ingin disampaikan bahwa, sehebat apapun manusia, mereka memiliki kelemahan yaitu dapat meninggal, dimana Tuhan rindu untuk kita menjadikan Dia satu satunya tempat untuk kita bergantung, bukan pada kekayaan dan gelar kita serta kehormatan namun pada Dia.

Naaman yang sakit dengan pengharapan terakhir datang kepada Elisa, nabi Tuhan di Israel (negara musuh) namun setibanya di tempat Elisa, Naaman disambut oleh bujang Elisa, sementara Elisa tidaklah keluar menghadap dia SANG PANGLIMA, bahkan Naaman dipinta jika dia ingin sembuh maka dia harus membenamkan dirinya 7 kali di sungai Yordan, dengan rasa marah dan kesal, dimana sungai Yordan begitu kotor.

Ketika Naaman hampir kembali, anak buahnya berkata tidak ada salahnya untuk mencoba, bahkan perkara yang lebih berat saja akan Naaman lakukan kenapa tidak dengan membenamkan diri.

pada ayat 14 " maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai perkataan abdi Allah itu. Lalu pulilah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir"

Naaman tunduk dan taat, dia melepaskan keangkuhannya yakni jubahnya dihadapan semua anak buahnya, dimana Firman telah disampaikan oleh Elisa, Naaman taat mengkuti meski diawali dengan perasaan bersungut sungut, namun kerendahan ahati telah memulihkan keadaannya.

Firman ditutup dengan pujian serta perjamuan Kudus, dimana kita memakan roti tak beragi dan minum anggiur disertau ucapan puji skyukur akan kasihNya yang telah menyertau kita senantiasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar